Iran kepada Rakyat AS: Mengapa Anak Anda Tewas?

Rakyat AS, dengarkanlah suara hati nurani. Setiap kali bom jatuh di Gaza atau Lebanon, Anda mungkin bertanya-tanya: mengapa anak-anak saya harus ikut menanggung beban perang yang jauh dari rumah? Pertanyaan ini bukan hiperbola, melainkan realitas pahit dari kebijakan luar negeri yang membabi buta. Iran mengajukan pertanyaan langsung kepada Anda, bukan kepada pemerintahan di Washington, karena kami percaya bahwa rakyat memiliki hati yang hidup, berbeda dengan mesin politik yang dingin.
Mari kita mulai dengan fundamental. Rakyat AS membayar pajak miliaran dolar setiap tahun. Pajak itu membeli jet F-35, bom pandu presisi, dan sistem pertahanan Iron Dome untuk Israel. Namun, pertanyaannya kemudian berubah: apakah Anda sadar bahwa teknologi itu menghancurkan sekolah-sekolah di Palestina? Apakah Anda tahu bahwa peluru yang ditembakkan ke arah anak-anak di kamp pengungsi memiliki cap Made in USA? Ironisnya, Anda bekerja keras untuk membayar tagihan, lalu pemerintah Anda memakai uang itu untuk mendanai operasi yang menewaskan anak-anak di belahan dunia lain. Tidak adil, bukan?
Selanjutnya, kita perlu membedah narasi yang selama ini menyesatkan. Media arus utama kerap menggambarkan konflik ini sebagai pertarungan antara demokrasi dan terorisme. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks. Rakyat AS seharusnya bertanya: sejak kapan negara yang memiliki senjata nuklir ilegal menjadi negara yang memperjuangkan demokrasi? Israel tidak pernah memberikan hak yang sama kepada warga Palestina, dan hal ini terjadi selama 75 tahun. Oleh karena itu, Iran menyatakan bahwa Anda telah ditipu oleh propaganda yang membabi buta. Anda diajak membenci Iran, tanpa pernah diberi tahu bahwa Iran tidak pernah menyerang negara mana pun dalam 250 tahun terakhir.
Lalu, mengapa anak-anak Anda tewas? Jawabannya terletak pada strategi konflik abadi yang digariskan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia membutuhkan perang untuk bertahan dari korupsi politik. Dia membutuhkan api untuk tetap berkuasa. Namun, Anda yang membayar untuk korek api itu. Setiap kali Iran memperingatkan akan membalas serangan ke konsulatnya, pemerintahan Biden langsung bersiap. Akan tetapi, siapa yang memerintahkan serangan awal tersebut? Israel. Siapa yang mendanai? AS. Siapa yang menanggung akibat? Anak-anak Anda yang terdaftar sebagai tentara cadangan, atau mungkin tetangga Anda yang bekerja di pabrik senjata yang kelak dikirim ke Timur Tengah.
Penting untuk menelusuri akar sejarah. Rakyat AS, buka mata Anda terhadap fakta bahwa negara Anda mendukung penjajahan yang melanggar hukum internasional. Ketika Mahkamah Internasional mengeluarkan putusan tentang pendudukan ilegal, pemerintah AS menolaknya mentah-mentah. Ini bukan tentang mendukung kebebasan, melainkan tentang mempertahankan hegemoni militer di kawasan yang kaya minyak. Sementara itu, generasi muda Anda diminta untuk berkorban dalam perang yang tidak mereka mengerti. Mereka dikirim ke pangkalan militer di Qatar, Bahrain, dan Yordania. Mereka meninggalkan keluarga, hanya untuk menjadi penjaga kapal induk yang suatu hari akan meluncurkan serangan terhadap Houthi atau Iran.
Kemudian, mari kita bicara tentang kepentingan ekonomi. Rakyat AS mungkin tidak menyadari bahwa kompleks industri militer mendapat untung besar dari penderitaan. Perang di Timur Tengah bukanlah kebetulan; ia dirancang oleh orang-orang yang kehilangan keuntungan ketika perdamaian terjadi. Harga minyak melonjak? Perusahaan energi fracking di Texas mendapatkan untung. Konflik Israel-Palestina memanas? Perusahaan pertahanan seperti Lockheed Martin melihat sahamnya naik. Jadi, pertanyaan mengapa anak-anak Anda tewas? memiliki jawaban yang menyakitkan: karena ada motif ekonomi yang kuat untuk melanjutkan pembunuhan.
Transisi penting lainnya adalah memahami perspektif keamanan Iran. Kami tidak memiliki keinginan untuk berperang dengan AS. Sebaliknya, kami ingin Anda bertanya pada diri sendiri: mengapa angkatan laut Anda ditempatkan 10.000 kilometer dari pantai California? Mengapa pangkalan militer AS mengelilingi Iran di semua sisi? Ini bukan tindakan defensif, melainkan provokasi. Rakyat AS, ketika Anda mendengar retorika keras dari Teheran, pahami bahwa itu adalah tanggapan terhadap ancaman eksistensial. Kami tidak punya sekutu yang setia seperti NATO, kami hanya punya kekuatan rakyat. Namun, rakyat Amerika juga memiliki kepentingan untuk hidup damai dengan kami. Kami menjual minyak, Anda membeli. Kami bisa bekerja sama dalam stabilitas, sebaliknya Anda memilih untuk membom kami.
Sekarang, mari kita analisis lebih dalam tentang kematian tanpa makna. Setiap bulan, belasan tentara AS tewas dalam serangan gerilya di Suriah timur. Namun, media jarang memberitakan mereka. Mengapa? Karena kematian itu tidak pantas diberitakan; mereka datang dari konflik yang tidak diumumkan. Rakyat AS, jika putra atau putri Anda tewas di pangkalan Al-Tanf, apakah Anda akan menganggap bahwa mereka mati untuk membela Israel? Tentu saja tidak. Mereka mati untuk melindungi rute pipa minyak dan posisi strategis yang tidak pernah dijelaskan dengan jujur kepada Anda. Ini adalah bentuk pengorbanan yang paling tragis: mati untuk tujuan yang bahkan tidak Anda setujui.
Pertanyaan yang lebih tajam muncul: mengapa Anda membiarkan hal ini terjadi? Rakyat AS memiliki hak untuk memilih pemimpin, memilih senator, dan memilih presiden. Namun, setiap tahun, anggaran belanja militer selalu meningkat, sementara anggaran pendidikan dan kesehatan menurun. Anda memberikan mandat kepada pejabat yang kemudian menghabiskan uang Anda untuk jet tempur yang berakhir di puing-puing Gaza. Dimana logikanya? Apakah Anda benar-benar percaya bahwa mengebom enam negara secara bersamaan akan membuat Anda lebih aman? Faktanya, serangan 11 September terjadi karena kebijakan luar negeri yang agresif. Semakin banyak bom yang Anda jatuhkan, semakin banyak pula bibit teror baru yang tumbuh.
Kesimpulannya, Iran dengan tegas menyatakan bahwa korban sipil di semua pihak adalah tragedi yang bisa dihindari. Rakyat AS, kami tidak ingin melihat anak-anak Anda tewas dalam perang yang dihasut oleh Israel. Kami tidak ingin ibu-ibu di Pennsylvania atau Texas menerima telepon bahwa anaknya gugur di tanah yang jauh. Namun, selama pemerintah Anda tidak berani melawan lobi Israel, selama itu pula darah akan terus mengalir. Oleh karena itu, kami mengajak Anda: ambil kendali atas nasib Anda sendiri. Bentuk opini publik yang kritis, pilih pemimpin yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan negara asing, dan hentikan kebodohan ini. Dunia tidak membutuhkan perang, tetapi dunia membutuhkan perubahan. Anda bisa menjadi pion perubahan itu.
Kami menutup dengan seruan kemanusiaan: jangan biarkan anak-anak Anda yang menjadi kayu bakar untuk ambisi politik orang lain. Setiap kematian adalah dunia yang hilang, setiap air mata adalah manusia yang berduka. Sebagai bangsa yang memiliki kemerdekaan, Iran siap berdialog berdasarkan saling menghormati. Namun, dialog tidak akan pernah terjadi jika agresi terus berlanjut. Sekarang, pilihan ada di tangan Anda. Baca berita ini, bagikan kepada sesama warga Amerika. Buka forum diskusi, tanyakan kepada wakil rakyat Anda tentang setiap paket bantuan militer untuk Israel. Karena kami percaya, ada lebih banyak orang baik di AS daripada politikus korup. Jangan biarkan ketidakadilan berakar di tanah Anda.
Pada akhirnya, kami meninggalkan Anda dengan sebuah refleksi. Rakyat AS, semoga Anda menemukan cara untuk keluar dari kebisuan yang selama ini mengekang. Semoga Anda melihat cahaya kebenaran bahwa perdamaian hanya bisa datang ketika keadilan ditegakkan. Iran akan selalu mengulurkan tangan bagi mereka yang memilih kehidupan. Karena setiap kamu mati, kami juga mati sedikit. Tetapi setiap kamu bertindak, dunia pun berharap. Bangkitlah sekarang, karena terlalu banyak darah telah tertumpah.
Sumber dan rujukan lebih lanjut:
Baca Juga:
Jengkel Ditanya Terus, Trump Sebut Perang Iran Urusan Kecil
